Pornografi bukan hal yg baru lagu. Semua orang sudah tahu, bahkan para remaja, anak-anak sudah mengerti pornografi.
Dengan keberadaan unsur unsur yang mengandung pornografi yang mendekati anak - anak dan pelajar. Contohnya, orang tua melarang anak gadisnya menerima tamu laki-laki dengan memakai rok mini. Orang tua akan merasa malu mukanya jika anak mereka terlibat dampak pornografi.
Dalam pendidikan dirumah, orang tua selalu mengingatkan dan pemberian pesan moral dan hukuman kepada anak-anak mereka agar tidak melakukan tindakan yg mencerminkan pornografi.
Tetapi, teknologi informasi semakin maju pesat, maka bentuk pornografi menjadi semakin beredar. Film, foto, dan video porno sudah jarang lagi dikantongi remaja. Para siswa sekolah pun tidak mau gagap teknologi, handphone yang mereka punya harus berfungsi sebagai kamera, pemutar musik, game, internet dan lainnya. Handphone seperti itulah yang sangat layak dibawa dan dipamerjan di sekolah.
Meski orang tua dan guru tidak membolehkan anak menyentuh pornografi, di luar rumah dan di luar sekolah anak anak lebih melarikan diri ke warung inter yang disebut warnet untuk mengakses jaring pornografi.
Kejahatan seksual yang semakin meningkat di kalangan masyarakat, terdapat efek negatif. Seperti meningkatkan libido hingga tidak terkontrol. Sehingga pada akhirnya kehamilan di luar nikah, aborsi, pelecehan seksual dan lain-lain.
orang tua dan guru selalu mengingatkan "say no to situs porno"
0 komentar:
Posting Komentar