Filsafat Ilmu
Prof. Dr. Ahmad Tafsir
BAB I
Pendahuluan
Orang-orang yang mempelajari bahasa Arab mengalami sedikit kebingungan tatkala menghadapi kata “ilmu”. Dalam bahasa arab kata al-‘ilm berarti pengetahuan (knowledge), sedangkan kata “ilmu” dalam bahasa Indonesia biasanya merupaka terjemahan science. Ilmu dalam arti science itu hanya sebagian dari al-‘ilm dalam bahasa Arab. Karena itu kata science seharusnya diterjemahkan di sain saja. Maksudnya agar orang yang mengerti bahasa Arab tidak bingung membedakan kata ilmu (sain) dengan kata al-‘ilm yang berarti knowledge.
Dalam mata kuliah Filsafat Pengetahuan (Philosophy of Knowledge) yang didiskusikan tidak hanya pengetahuan sain (science), disikusikan juga seluruh yang disebut pengetahuan yang “aneh-aneh” seperti pelet, kebal, santet, saefi, dan lain-lain.
Salah satu tujuan perkuliahan Filsafat Pengetahuan ialah agar kita memahami kapling pengetahuan. Ini penting, karena, dengan mengetahui kapling pengetahuan, kita dapat memperlakukan masing-masing pengetahuan itu sesuai kaplingnya.
Seseorang ingin tahu, jika jeruk ditanam, buahnya apa. Ia menanam bibit jeruk. Ia tunggu beberapa tahun, dan ternyata buahnya jeruk. Tahulah ia bahwa jeruk berbuah jeruk. Pengetahuan jenis inilah yang disebut pengetahuan sain (scientific knowledge). Masih ada orang, amat kecil jumlahnya, ingin tahu lebih jauh lagi. Mereka bertanya “Siapa yang membuat hukum itu?” Pertanyaan ini sulit dijawab. Tetapi masih dapat dijawab oleh filsafat. Salah satu teori dalam filsafat mengatakan bahwa hukum itu dibuat oleh alam itu sendiri secara kebetukan. Ini masih pengetahuan filsafat. Yang maha pintar itu seringkali disebut Tuhan. Ini masih pengetahuan filsafat.
Logis Dan Rasional
Ternyata istilah logis dan rasional merupakan dua istilah yang sangat populer dalam dua arti istilah itu amat sering digunakan orang, baik ia kaum terpelajar maupun kaum yang bukan tergolong terpelajar, digunakan orang kota, dan juga orang desa, bahkan anak-anak pun banyak yang sering menggunakan kedua istilah itu.
Ada orang yang bercerita kepada seseorang yang lain bahwa ia baru saja mengantarkan temannya yang sakit aneh ke seorang dukun. Dukun mengobatinya dengan cara yang tidak umum dikenal. Lantas orang sakit itu sembuh. Orang yang diceritai itu langsung mengatakan bahwa itu musyrik karena pengobatan itu tidak rasional. Ada anak-anak saling bbercerita tentang hantu, bahwa ia melihat hantu yang rupa-rupanya begini, tingkahnya begini-begini. Kata yang seorang “ah, sudahlah, itu tidak rasional” kadang-kadang ia berkata “ah, sudahlah, itu tidak logis”.
Kebenaran logis terbagi dua, pertama logis-rasional, kedua logis-supra-rasional. Logis supra rasional adalah pemikiran akal yang kebenarannya hanya mengandalkan argumen, ia tidak diukur dengan hukum alam. Bila argumennya masuk akal maka ia benar, sekalipun melawan hukum alam.
BAB 2
PENGETAHUAN SAIN
- Ontologi Sain
Di sini dibicarakan hakikat dan struktur lain. Hakikat sain menjawab pertanyaan apa sain itu sebenarnya. Struktur sain seharusnya menjelaskan cabang-cabang sain, serta isi setiap cabang itu. Namun di sini hanya dijelaskan cabang-cabang sain dan itu pun tidak lengkap.
- Hakikat Pengetahuan Sain
Pada Bab 1 telah dijelaskan secara ringkas bahwa pengetahuan sain adalah pengetahuan rasional empiris. Pada dasarnya cara kerja sain adalah kerja mencari hubungan sebab-akibat atau mencari pengaruh sesuatu terhadap orang lain. Asumsi dasar sain adalah tidak ada kejadian tanpa sebab. Asumsi ini oleh Fred N. Kerlinger (Foundation of Behavior Research, 1973: 378) dirumuskan dalam ungkapan pos hoc, ergo propter hoc (ini, tentu disebabkan oleh ini).Asumsi ini benar bila sebab akibat itu memiliki hubungan rasional.
Ilmu atau sain berisi teori. Teori itu pada dassarnya menerangkan hubungan sebab-akibat. Sain tidak memberikan nilai baik atau buruk, halal atau haram, sopan atau tidak sopan, indah atau tidak indah; sain hanya memberikan nilai benar atau salah. Kenyataan inilah yang menyebabkan ada orang menyangka bahwa sain itu netral.
- Struktur Sain
Nama ilmu yang ditulis beberapa diantaranya :
- Sain Kealaman
- Astronomi
- Fisika
- Kimia
- Ilmu Bumi
- Ilmu Hayat
- Sain Sosial
- Sosiologi
- Antropologi
- Psikologi
- Ekonomi
- Politik
- Humaniora
- Seni
- Hukum
- Filsafat
- Bahasa
- Agama
- Sejarah
- Epistemologi Sain
Pada bagian ini diuraikan objek pengetahuan sain, cara memperoleh pengetahuan sain dan cara mengukur benar-tidaknya pengetahuan sain.
- Objek Pengetahuan sain yaitu
Objek pengetahuan sain (yaitu objek-objek yang diteliti sain) ialah semua objek yang empiris. Jujun S. Suriasumantri (Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer, 1994: 105) menyatakan bahwa objek kajian sain hanyalah objek yang berada dalam ruang lingkup pengalaman manusia. Yang dimaksud pengalaman disini ialah pengalaman indera.
Objek-objek yang dapat diteliti oleh sain banyak sekali : alam, tetumbuhan, hewan, dan manusia itu; semuanya dapat diteliti oleh sain. Dari penilitian itulah muncul teori-teori sain. Teori-teori itu dikelompokkan dalam msing-masing cabang sain.
- Cara Memperoleh Pengetahuan Sain
Pengalaman manusia sudah berkembang sejak lama. Yang dapat dicatat baik ialah sejak tahun 600-an SM. Yang mula-mula timbul agaknya ialah pengetahuan filsafat dan hampir bersamaan dengan itu berkembang pula pengetahuan saindan pengetahuan misik.
Perkembangan sain didorong oleh paham Humanisme, Rasionalisme, Empirisme, Positivisme, Metode ilmiah, Metode Riset, Model-model penilaian.
- Ukuran kebenaran Pengetahuan Sain
Hipotesis (dalam sain) ialah pernyataan yang sudah benar secara logika, tetapi belum ada bukti empirisnya. Belum atau tidak ada bukti empiris bukanlah merupakan bukti bahwa hipotesis itu salah. Hipotesis benar, bila logis, titik. Ada atau tidak ada bukti empirisnya adalah soal lain. Dari sini kita tahu bahwa kelogisan suatu hipotesis juga teori lebih penting ketimbang bukti empirisnya.
- Aksiologi Sain
Pada bagian ini dibicarakan tiga hal, pertama kegunaan sain; kedua, secara sain menyelesaikan masalah; ketiga netralitas sain.
- Kegunaan Pengetahuan Sain
- Teori Sebagai Alat Ekspalanasi
- Teori Sebagai Alat Peramal
- Teori Sebagai Alat Pengontrol
- Cara Sain Menyelesaikan Masalah
Apabila sain gagal menyelesaikan suatu masalah yang diajukan kepadanya, maka sebaiknya masalah itu dihadapkan ke filsafat, mungkin filsafta mampu menyelesaikannya. Tentu dengan cara filsafat atau mungkin pengetahuan mistik dapat membantu. Yang terbaik ialah setiap masalah diselesaikan secara bersama-sama oleh sain, filsafat dan mistik yang bekerja secara terpadu.
BAB 3
Pengetahuan filsafat
- Ontologi Filsafat
Ontologi filsafat membicarakan hakikat filsafat, yaitu apa pengvetahuan filsafat sebenarnya. Struktur filsafat dibahas juga di sini. Yang dimaksud struktur di sini ialah cabang-cabang filsafat serta isi (yaitu teori) dalam setiap cabang itu. Yang dibicarakan di sisni hanyalah cabang-cabang saja, itu pun banyak sebagian. Teori dalam setiap cabang tentu sangat banyak dan itu tidak dibicarakan di sini. Struktur dalam arti cabang-cabang filsafat sering juga disebut sistematika filsafat.
- Hakikat Pengetahuan Filsafat
Hatta mengatakan bahwa pengertian filsafat lebih baik tidak dibicarakan terlebih dahulu; nanti bila orang telah banyak mempelajari filsafat orang itu akan mengerti dengan sendirinya apa filsafat itu (Hatta, Alam Pikiran Yunani, 1966, 1: 3).
Poedjawijatna (Pembimbing ke Alam Filsafat, 1974: 11). mengidentifikasikan filsafat sebagai sejenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan akal pikiran belaka.
Hasbullah Bakry (Sistematika Filsafat, 1971: 11) mengatakan bahwa filsafat sejenis pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta, dan manusia, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.
- Struktur Filsafat
Filsafat terdiri atas tiga cabang besar yaitu : ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ketiga cabang itu sebenarnya merupakan satu kesatuan :
- Ontologi, memberikan hakikat (segala sesuatu); ini berupa pengetahuan tentang hakikat segala sesuatu;
- Epistemologi cara memperoleh pengetahuan itu;
- Aksiologi membicarakan guna pengetahuan itu.
Filsafat Perennial
Istilah perennial berasal dari bahasa Latin perennis yang kemudian diadopsi ke dalam bahasa Inggris perennial yang berarti kekal (Komarudddin Hidayat dan Muhammad wahyuni Nafis, Agama Masa Depan : Perspektif Filsafat Perennial, 1995: 1). Dengan demikian, Filsafat perennial (Philosophia Perennis) adalah filsafat yang dipandang dapat menjelaskan segala kejadian yang bersifat hakiki, menyangkut kearifan yang diperlukan dalam menjalni hidup yang benar, yang menjadi hakikat seluruh agama dan tradisi besar spiritualoitas manusia (lihat Komaruddin Hidayat dan M. Wahyuni Nafis, 1995: xx).
Metafiska
Filsafat Perenial mengatakan bahwa ekstensi-ekstensi tertata secara hirarkis (Frithjof Schoun, The Trancendent Unity of Religion, 1975:19). Realitas selalu saling terkait, jumlahnya meningkat ketika level-nya naik. Semakin tinggi eksitensi semakin real ia (Houston Smith, Beyond Post-Modern, 1979: 8).
Mengenai hal ini Houston Smith mengemukakan alegrio Plato sebagai analognya. Mengenai alegrio Plato bacalah uraian Plato mengenai manusia gua (cave man) (lihat mislanya dalam Ahmad Tafsir, Filsafat Umum, 1990: 49-50). Di dalam legenda Plato itu orang yang punya bayangan lebih real daripada bayangannya; memang bayangan orang itu adalah sesuatu yang real, tetapi orang yang punya bayangan adalah lebh real dibandingkan dengan bayangannya.
Etika
Etika adalah kumpulan petunjuk untuk mengefektifkan usaha transformasi diri yang akan memungkinkan untuk mengalami dunia dengan cara baru. Melakukan perubahan, reformasi dan pengaturan akan membawa ke arah kondisi diri yang baru, mencakup bagaimana prinsip-prinsip untuk mengetahui dunia secara lebih sejati dari sekedar penampakannya apa adanya.
Filsafat Pos Modern (Post Modern Philosophy)
Di dalam literatur filsafat, biasanya babakan sajarh filsafat dibagi tiga. Pertama, Filsafat Yunani Kuno (Ancient Philosophy) yang didominasi Rasionalisme, kedua, Filsafat Abad Tengah (Midele Ages Philosophy), disebut juga The Dark Ages Philosophy (Filsafat Abad Kegelapan), yang didominasi oleh pemikiran tokoh Kristen, ketiga Filsafat Modern (Modern Philosophy) yang didominasi lagi oleh Rasionalisme.
Pada intinya, filsafat Pascamoden (anak-anak sering menyebut Posmo) mengkritik Filsafat Modern. Orang-orang Posmo mengatakan Filsafat Modern itu harus didekonstruksi. Karena Filsafat Modern itu didominasi Rasionalisme, maka yang didekonstruksi itu adalah Rasionalisme itu. Rasionalisme ialah paham filsafat yang mengatakan akal itulah alat pencari dan pengkur kebenaran.
Sebenarnya, budaya Barat (yang ternyata mengglobal) adalah budaya secara keseluruhan dibangun berdasarkan Rasionalisme itu. Pada tahun 1880-an Nietzsche telah menyatakan bahwa budaya Barat (ya, budaya rasional itu) telah berada di pinggir jurang kehancuran, itu disebabkan oleh terlalu mendewakan rasui. Pada tahun 1990an Capra menyatakan bahwa budaya Barat itu telah hancur, itu disebabkan oleh terlalu mendewakan rasio. Budaya Barat dapat diselamatkan bila budaya Barat disusun ulang tidak hanya berdasarkan Rasionalisme. Orang-orang Posmo berpendapat bahwa sumber kebenaran lain selain rasio. Agama, misalnya. Jika digunakan agama, kayaknya ada baiknya budaya dan harus disusun berdasarkan ajaran agama tetapi harus dipilihagama yang benar-benar berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.
- Epistemologi Filsafat
Epistemologi filsafat membicarakan tiga hal, yaitu objek filsafat (yaitu yang dipikirkan), cara memperoleh pengetahuan filsafat dan ukuran kebenaran pengetahuan filsafat.
- Objek Filsafat
- Cara Memperoleh Pengetahuan Filsafat
- Ukuran kebenaran pengetahuan filsafat
- Aksiologi Pengetahuan Filsafat
- Kegunaan Pengetahuan Filsafat
- Kegunaan filsafat bagi akidah
- Kegunaan filsafat bagi hukum
- Kegunaan filsafat bagi bahasa
- Cara Filsafat Menyelsaikan Masalah
Sesuai sifatnya, filsafat menyelesaikan masalah secara mendalam dan universal. Penyelesaian filsafat bersifat mendala, artinya ia ingin mencari asal masalah. Universal, artinya filsafat ingin masalah itu dilihat dalam hubungan seluas-luasnya agar nantinya penyelesaian itu cepat dan berakibat seluas mungkin.
BAB IV
PENGETAHUAN MISTIK
- Ontologi Pengetahuan Mistik
Diuraikan di sini hakikat pengetahuan mistik dua struktur pengetahuan mistik.
- Hakikat Pengetahuan Mistik
Mistik adalah pengetahuan yang tidak rasional; ini pengertian yang umum. Adapun pengertian mistik bila, dikaitkan dengan agama ialah pengetahuan (ajaran atau keyakinan) tentang Tuhan yang diperoleh melalui meditasi atau latihan spiritual, bebas dari ketergantungan pada indera dan rasio (A.S. Hornby , A Leanaer’s Dictionary of Current English, 1957 : 828).
Pengetahuan miastik adalah pengetahuan yang tidak dapat dipahami rasio, maksudnya, hubungan sebab akibat yang terjadi tidak dapat dipahami rasio. Pengetahuan ini kadang-kadang memiliki bukti empiris tetapi kebanyakan tidak dapat dibuktikan secara empiris.
Pengetahuan mistik (sebenarnya pengetahuan yang bersifat mistik) ialah pengetahuan yang supra-rasional tetapi kadang-kadang memiliki bukti empiris.
- Struktur Pengetahuan Mistik
Mistik-biasa adalah mistik tanpa kekuatan tertentu. Dalam Islam mistik yang ini adalah tawasuf. Mistik magis ialah mistik yang mengandung kekuatan tertentu dan biasanya untuk mencapai tujuan tertentu. Mistik magis ini dapat dibagi menjadi dua yaitu mistik-magis-putih dan mistik-amgis-hitam. Mistik-magis-putih dalam islam contohnya ialah mukjizat, karamah, ilmu-hikmah, sedangkan mistik-magis-hitam contohnya ialah santet dan sejenisnya yang menginduk ke sihir, bahkan boleh jadi mistik-magis-hitam itu dapat disebut sihir saja.
Rasulullah SAW pernah menggunanakan mistik-magis-putih yaitu tatkala Abu Bakar disengat binatang berbisa di Gua Tsur saat mereka bersembunyi di sana. Rasulullah membacakan beberapa ayat al-mu’awwidzatain (surat al-Nas dan al-Falaq) kemudian menyemburkannya pada luka sengatan dan atas izin Allah sembuh seketika. Kenyataan seperti ini masih dipraktikkan sampai sekarang oleh masing-masing pemegang mistik-magis-putih yang sering disebut sebagai ahli hikmah. Penyebutan ahli hikmah bagi mereka merupakan suatu esensi yang mendasari kegiatan itu secara filosofi: merka dekat dengan Tuhan dan mengetahui hikmah kedekatan itu. Ini menjelaskan sebagian dari epistemologi magis putih serta aksiologinya.
Mistik-magis-hitam selalu dekat, bersandar dan bergantung pada kekuatan setan dan roh jahat. Menurut Ibn Khaldun (1986: 684) mereka memiliki kekuatan diatas rata-rata manusia, kekuatan mereka itu memungkinkan mereka mampu melihat hal-hal gaib, karena dukungan setan dan atau roh jahat tadi. Jiwa-jiwa yang mampu memiliki kemampuan magis ini dapat digolongkan menjadi tiga.
Karena secara filosofis dua kelompok ini berbeda dalam epistemologi dan aksiologi maka kita dengan jelas dapat membedakan keduanya. Keduanya menggambarkan realistis manusia : baik dan jahat, mukmin dan kafir, memegang yang haq dan mengambil yang bathil. Maka wajar bila mereka memperoleh sebutan yang satu putih dan yang satu hitam.
- Epistemologi Pengetahuan Mistik
Pengetahuan mistik ialah pengetahuan yang diperoleh tidak melalui indera dan bukan melalui rasio. Pengetahuan ini diperoleh melalui rasa, melalui hati sebagai alat merasa. Kalau indera dan rasio adalah alat mengetahui yang dimiliki manusia, maka rasa atau hati juga adalah alat mengetahui.
- Objek Pengetahuan Mistik
Yang menjadi objek pengetahuan mistik ialah objek yang abstrak-supra-rasional, seperti alam gaib termasukTuhan, malaikat, surga, neraka, jin, dan lain-lain. Termasuk objek yang hanya dapat diketahui melalui pengetahuan mistik ialah objek-objek yang tidak dapat dipahami oleh rasio, yaitu objek-objek supra-natural (supra-rasional), seperti kebal, debus, pelet, penggunaan jin, santet.
- Cara Memperoleh Pengetahuan Mistik
Pengetahuan mistik diperoleh melalui rasa. Pada umumnya cara memperoleh pengetahuan mistik adalah latihan yang disebut juga riyadhah. Dari riyadhah itu manusia memperoleh pencerahan, memperoleh pengetahuan yang dalam tasawuf disebut ma’rifah.
Pengetahuan mistik yang lain, seperti kebal dan yang lainnya. Cara memperoleh nya sama saja dengan yang di atas tadi yaitu latihan. Umumnya latihan itu adalah latihan batin. Pelet dan santet diperoleh juga dengan metode yang sama. Dapatlah disimpulkan sekalipun kasar bahwa epistemologi pengetahuan mistik ialah pengetahuan batin.
- Ukuran Kebenaran Pengetahuan Mistik
Kebenaran pengetahuan mistik diukur dengan berbagai ukuran. Bila pengetahuan mistik itu berasal dari Tuhan, maka ukurannya ialah teks Tuhan yang menyebutkan demikian. Tatkala tuhan dalam Al-Qur’an mengatakan bahwa surga neraka itu ada, maka teks itulah yang menjadi bukti bahwa pernyataan itu benar.
Satu-satunya tanda pengetahuan disebut pengetahuan (bersifat) mistik ialah kita dapat menjelaskan hubungan sebab akibat yang ada di dalam sesuatu kejadian mistik. Dalam contoh kebal, kita tidak dapat menjelaskan secara rasional mengapa jarum tidak menembus kulit orang kebal. Jadi, yang bersifat mistik itu ialah “mengapa” nya. Akan lebih merepotkan kita memahami sesuatu teori dalam pengetahuan mistik bila teori itu tidak punya bukti empirik; sulit diterima karena secara rasional tidak terbukti dan bukti empirik pun tidak ada.
- Aksiologi Pengetahuan Mistik
Di sini dibahas kegunaan pengetahuan mistik dan cara pengetahuan mistik menyelesaikan masalah.
- Kegunaan Pengetahuan Mistik
Kegunaan mistik ini semakin tergeser oleh produk modern. Pelet tergeser oleh “pelet Jepang” alias uang; kekebalan tergeser oleh senjata berat, sebab tidak ada orang kebal terhadap rudal. Agaknya pengetahuan mistik akan terseleksi sesuai dengan kebutuhan dan keadaan zaman. Mistik yang dapat membawa pada ketenangan batin akan bertahan dan semakin dicari orang.
Bila pada cara memperolehnya (epistemologi) ada yang berlawanan dengan nilai kebaikan maka kita akan mengatakan mistik-magis itu hitam. Bila dalam penggunaan (aksiologi) nya untuk kejahatan maka kita menyebutnya hitam.
- Cara Pengetahuan Mistik Menyelesaikan Masalah
Pengetahuan mistik menyelesaikan masalah tidak melalui proses inderawi dan tidak juga melalui proses rasio. Itu berlaku untuk mistik putih dan hitam. Dengan demikian pada perkembangan selanjutnya dunia mistik-magis Islam terbagi menjadi dua kelompok. Pertama, mistik-magis dalam bentukwirid-wirid (termasuk menggunakan ayat atau surat al-Qur’an), kedua, mistik-magis dalam bentuk benda-benda yang telah diformulasikan sedemikian rupa biasanya berupa wafaq-wafaq atau isim-isim tertentu. Dalam masyarakat primitif bentuk perrtama berupa bacaan mantra dan bentuk kedua fetish.
Ilmu Putih vs Ilmu Hitam
Seringkali orang mengatakan bahwa “ilmu” ini putih karena mantranya diambil dari al-Qur’an atau karena mantranya menggunakan bahasa Arab. Ada juga yang mengatakan bahwa putih atau hitam itu ditemukan oleh tujuannya, makusdnya, ditentukan oleh untuk apa “ilmu” itu digunakan.
Suatu ilmu mistik magis haruslah lolos dalam uji ontologi, epistemologi, maupun aksiologinya. Tidak lolos dari salah satu saja berakibat “ilmu” itu dapat digolongkan hitam. Alat pengujinya ialah ajaran kebenaran.
Netralitas Pengetahuan Mistik
Pengetahuan mistik dengan mudah dapat dilihat bahwa ia tidak netral. Sebagian dari pengetahuan mistik adalah mengenai agama seperti surga, neraka, tasawuf. Bagian ini jelas sekali tidak netral. Isi ilmunya itu sendiri adalah ajaran agama yang jelas tidak netral. Mistik magis (baik yang putih maupun yang hitam) selalu memiliki sifat individualistik, karena itu ia subjektif.
Mukasyafah 1)
Ontologi
Mukasyafah adalah salah satu contoh pengetahuan mistik, ini termasuk mistik putih. Inti semua ilmu pengetahuan adalah kesadaran (conciousness) tentang hubungan dan kesatuan subjek-objek (Karl Jasper, Philosophical Faith and Revelation, 1967: 61).
Berbeda halnya dengan filsafat dan sain, pengetahuan mukasyafah justru diawali oleh asumsi dan kesadaran tentang adanya kesatuan esensial secara asasi antara subjek-objek, yaitu manusia-Tuhan.
Epistemologi
Metodologi Penyingkapan Tabir
Ibn Sina membagi kegiatan penempuh jalan cahaya dalam dua tahapan, yaitu iradah (keehendak) dan riyadhah (latihan). Iradah yaitu munculnya hasrat berpegang teguh pada jalan yang membimbing menuju Tuhan. Menurut Ibn Sina iradah adalah kerinduan yang dirasakan manusia tatkala dirinya kesepian dan tidak berdaya, ia ingin bersatu dengan kebenaran agar tidak merasa kesepian dan lepas dari ketakberdayaan.
Riyadhah mempunya tiga tujuan :
- Menyingkirkan segala sesuatu selain Allah yang menghalangi perjalanan spiritual;
- Menundukkan jiwa yang cenderung menyuruh berbuat jahat (al-nafs al-ammarah) ke jiwa yang tenang (al-nafis al-muthma’innah);
- Melembutkan jiwa batiniah (talthif al-sirr) dengan tujuan membuatnya siap menerima pencerahan (lihat Murtadla Muthahhari, Menapak Jalan Spiritual, 1995: 68-70).
Ibn Sina dalam Isyarat mengatakan bahwa tipe kezuhudan yang benar akan dapat membantu meraih tujuan pertama. Yang mendukung bagi tercapainya tujuan kedua (menundukkan jiwa yang selalu membujuk diri berbuat jahat ke jiwa yang tenang) ialah :
- Melakukan ibadah dengan sepenuh hati;
- Suara yang baik dan merdu dalam ucapan-ucapan spiritual yang dapat menyejukan qalbu (seperti dalam berdoa, membaca ayat-ayat al-Qur’an, wirid)
- Pemberian bimbingan oleh guru yang mempunyai kehalusan kalbu (Muthahhari, Menapak Jalan Spiritual, 1995: 71-72).
ILMU LADUNI 2)
Ontologi
Dalam tasawuf dikenal tiga alat untuk berkomunikasi secara rohaniah, yaitu kalbu untuk mengetahui sifat-sifat Tuhan, roh untuk mencintai Tuhan, dan sirr untuk musyahadah yakni menyaksikan keindahan, kebesaran, dan kemuliaan Tuhan secara yakin (Ensiklopedia Islam, 3: 89). Ketiga unsur itu sebenarnya menyatu, kesatuan itu secara umum disebut hati. Jika hati tersebut dikosongkan dari segala sesuatu yang buruk dan diisi dengan dzikrullah, maka hati itu akan mencapai pengetahuan yang disebut dengan laduni.
Epistemologi
Kaum sufi meyakinkan tatkala seseorang telah mencapai maqam wali Allah, maka pada kondisi itu Tuhan menjadikan matanya dapat melihat “seperti” MataTuhan, telinganya dapat mendengar “seperti” Telinga Tuhan, karena itu mereka dapat berhubungan dengan alam gaib, seperti dengan roh, dengan malaikat, serta mengetahui hal-hal yang belum terjadi (lihat Hamka, Tasawuf, Perkembangan dan Kemurnian, 1980: 107).
Maqam itu dapat dicapai dengan cara membersihkan diri (hati) melalui riyadhah dan musyahadah (tembus pandang) pada ke-Ilahian Tuhan setelah terbuka-nya hijab (dinding pembatas) antara hama dan Tuhan-nya. Ketika itulah hamba tersebut menerima ilmu laduni (Ensiklopedia Islam, 3: 90). Pelaksanaan riyadhah dan mujahadah itu biasanya dilakukan di baawah bimbingan guru yang telah menguasai ilmu ini.
Syarat menjalani riyadhah ini haruslah berumur 30 tahun atau sudah menikah. Untuk menjaga ilmu yang telah dimiliki serta agar dapat diaplikasikan, maka selalu diwiridkan :
Asma’ulhusna;
La haula wa laa quwwata illa billah;
La ilaha illallahi;
Surat ikhlas.
Aksiologi
Kegunaan ilmu laduni ialah sebagai berikut :
Agar dpat memahami ilmu dengan tepat;
Dapat mengetahui tingkatan ilmu seseorang;
Mengetahui karakter seseorang;
Dapat mengambil ilmu orang lain yang diinginkan;
Dapat membedakan antara jin, setan, malaikat, dan dapat berdialog dengan mereka itu;
Dapat mengetahui penyakit seseorang dan dapat menyembuhkannya;
Dapat mengobati orang kena santet;
Dapat mengetahui jodoh seseeorang dan nasibnya;
Dapat mengetahui kematian seseorang, kalau mungkin mengundurnya;
Dapat mengetahui keinginan seseorang tanpa ia mengatakannya.
SAEFI 3)
Ilmu saefi amat terkenal di kalangan pesantren. Kita sering mendengar Saefi Angi, Saefi Air, dan Saefi lainnya. Tapi saefi juga dapat diplesetkan menjadi ‘sae fikiran” dalam bahasa Sunda berarti berbaik sangka.
Ontologi
Dari segi etimologi, kata ‘saefi’ (bahsa Arab) berarti pedang. Kata ini dapat dipakai mungkin karena padang adalah senjata yang tajam. Dari segi terminologi, saefi addalah nama ilmu yang terdiri dari rentetan bacaan menurut bilangan dan waktu terrtentu yang disandarkan kepada Allah. Dilihat segi substansinya saefi adalah doa yang dibaca terus-menerus atau berulang-ulang menurut bilangan dan waktu tertentu. Karena doa itu dibaca berulang-ulang maka doa itu akan menjadi darah daging orang itu sehingga nilai doa itu akan menjadi ketajaman seperti tajamnya pedang yang diasah berulang kali. Doa yang tajam di sini maksudnya ialah doa yang cepat dikabulkan Tuhan.
Epistemologi dan Aksiologi
Pengetahuan saefi adalah salah satu pengetahuan magis putih. Cara-cara memperoleh pengetahuan saefi sangat beragam, tergantung pada siapa gurunya dan saefi apa yang ia inginkan.
Pada umumnya pengetahuan magis diperoleh melalui puasa, tetapi ternyata tidak semua pengetahuan saefi diperoleh dengan melalui puasa. Ada saefi yang diperoleh hanya dengan melakukan wirid saja sebanyak bilangan tertentu seperti Saefi Mughni, Saefi Dzulfaqar dan lain-lain. Selain itu banyak saefi yang dipelajari dengan berpuasa dan wirid, ada juga yang ditambah dengan tidak memakan makanan yang bernyawa, tidak bersebadan selama menuntut saefi tertentu seperti untuk Saefi Angin, Saefi Air. Jadi ada berbagai cara memperoleh pengetahuan saefi, tergantung pada gurunya dan janis saefinya. Namun, secara umum saefi diperoleh dengan banyak dzikrullah dan menjauhi maksiat.
Macam-macam saefi :
- Saefi Dzulfaqar
- Saefi Mughni
- Saefi Umum
- Saefi Antazaman
JANGJAWOKAN 4)
Di tatar Sunda, istilah Jangjawokan masih dikenal masyarakat. Masih ada juga sebagian warga masyarakat mempelajarinya dan ada yang mengajarkannya, masih ada juga yang menggunakannya. Jangjawokan adalah semacam ucapan untuk tujuan magis tertentu.
Ontologi
Jangjawokan adalah bahasa Sunda, disebut juga Jampi Aji-aji dalam bahasa Jawa, adalah semacam ucapan yang bacaannya campuran antara bahasa Arab, bahasa Sunda, bahasa Jawa. Isi kalimatnya mirip dengan mantra, ia biasanya disusun dalam bentuk syair.
Jangjawokan itu merupakan ucapan atau kalimat (kalimat-kalimat) yang bila diucapkan diyakini memiliki kekuatan magis tertentu. Asal-usul Jangjawokan tidak jelas, dari mana dan siapa yang mula-mula mengajarkan-nya. Yang unik, di setiap daerah di Indonesia (mungkin juga di tempat lain) terdapat Jangjawokan dengan istilah bermacam-macam dan isi kalimat mantranya berbeda-beda menurut daerah masing-masing.
Di daerah Sunda, Jangjawokan itu kelihatannya berupa doa, unntuk keperluan tertentu, seperti agar lulus ujian, agar dagangannya laris, agar dicintai seseorang (jadi sama dengan pelet), agar jadi pemberani, agar musuh takut, dan lain-lain.
Epistemologi
Bacaan dalam Jangjawokan biasanya diajarkan oleh guru dari mulut ke telinga (secara lisan) dalam situasi tidak formal. Lafal-lafal bacaannya dihafalkan dengan meniru ucapan dari guru, biasanya orang datang ke guru tatkala memerlukannya saja, misalnya, seseorang mendapat tantangan (fisik) maka ia datang ke guru minta diajarkan bacaan agar penantang itu takut.
Agar bacaan-bacaan dari guru berkhasiat ampuh (sunda: matih) diperlukan terpenuhinya syarat-syarat tertentu, seperti puasa wedal (puasa kelahiran), puasa tiga hari berturut-turut, puasa mutih, kadang-kadang tapa, dan lain-lain sesuai petunjuk guru.
Aksiologi
Kelihatannya Jangjawokan digunakan untuk hal-hal yang baik. Agak sulit menempatkan Jangjawokan, apakah ilmu putih atau ilmu hitam. Untuk menilai Jangjawokan agaknya perlu dilihat pada tiga hal; pertama, pada epistemologinya, dalam hal ini persyaratannya, jampi atau bacaannya dan kedua, segi aksiologinya.
Contoh Jangjawokan :
- Asihan Nabi Yusuf
- Asihan Perorangan
- Penyembuhan Bisul
- Penyembuhan Sakit Ulu Angen
- Memandikan Orang yang Mempunyai Tanda
- Memberantas Hama Wereng
Contoh Jangjawokan yang diambil dari makalah Dede Daud :
- Kadugalan (agar kebal)
- Kadugalan (supaya dapat berjalan di atas air)
- Pangabaran (menghadapi musuh)
- Pamelet (asihan si lulut putih)
- Jampi Raheut (patah tulang)
- Pileumpeuhan (agar musuh lemah)
- Penangkal sial
Jadi jangjawokan adalah semacam jampi-jampi atau bacaan atau bisa disebut mantra yang masih digunakan di daerah tertentu. Jampi-jampi itu diyakini memiliki kekuatan magis oleh orang yang menggunakannya.
SIHIR 5)
Ontologi
Secara etismologi kata sihir berasal dari bahasa Arab bentuk mashdar kata kerja sahara-yasharu yang memiliki arti sesuatu yang sumbernya lembutbatau halus (Louis Ma’luf, Al-Munjid fi al-Laughah wa al-‘Alam, 1975: 323) yang dikutip ulang oleh Prod. Dr. Ahmad Tafsir.
Dapat diartikan bahwa sihir adalah upaya yang dilakukan manusia sebagai suatu tipu daya yang dalam mewujudkannya, meminta bantuan yang halus untuk membelokkan sesuatu yang sebenarnya ke bukan sesuatu yang sebenarnya.
Epistemologi
Sihir selalu menggunakan bantuan jin kafir. Cara mendatangkan jin ialah :
- Thariq al-Iqsam (bersumpah atas nama jin)
- Thariq al-Dzabhi (menyembelih sembelihan)
- Thariq Sufliyah (melakukan kenistaan)
- Thariq Najasah (menuliskan ayat-ayat al-Qur’an menggunakan najis)
- Thariqat al-Tankis (menuliskan ahyat-ayat al-Qur’an dengan susunan sungsang)
- Thariqat Tanjim (menujum menggunakan binatang)
- Thariqat Kaffi (melihat melalui telapak tangan)
- Tariqat al-Atsar (menggunakan benda bekas pakai)
Selain dengan cara diatas cara memndatangkan jin bisa juga dengan cara mempelajarinya langsung dengan guru itu. Tetapi, ilmu sihir dapat dimiliki melalui urutan magisnya. Biasanya terdiri dari latihan konsentrasi, latihan untuk menambah tingkat keyakinan. Bentuk latihannya, berupa puasa, tapa, dan menghafalkan mantra.
Aksiologi
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kegunaan sihir lebih berorientasi pada orang yang memanfaatkannya (biasanya pemesanan) dan penyihir itu sendiri (yang mendapat imbalan dan ada juga bersifat sukarela). Kegunaan bagib pemesan ialah puas bila musuhnya sakit atau binasa, bagi penyihir ia akan meningkatkan popularitasnya dan sejumlah materi yang diterimanya.
Penggunaan sihir ada dua macam, pertama yang dikenakan pada badan kedua kepada harta korban.
Jenis sihir dan kegunaannya :
- Sihir Perceraian
Digunakan untuk menceraikan suami istri atau untuk menimbulkan permusuhan antara orang yang bersahabat.
- Sihir Mahabbah atau Guna-gna
Digunakan oleh perempaun agar terlihat menarik.
- Sihir Menipu Penglihatan (hipnotis)
Tukang sihir mendatangkan sesuatu yang diketahui oleh orang, kemudian mengucapkan mantra lalu orang itu melihat sesuatu itu tidak sebagaimana sebenarnya.
- Sihir Gila
Jin yang ditugasi penyihir masuk ke dalam jassad sasaran dan diam di otaknya, kemudian menekan sel-sel otak yang berkaitan dengan daya pikir, saat itulah muncul gejala pada sasaran seperti orang gila.
- Sihir Lesu
Jin diperintahkan penyihir untuk berdia di otak sasaran dan mempengaruhinya agar mengisolir diri dan menutup diri.
- Sihir Suara Panggilan
Jin di tugasi menyibukkan orang yang disihir baik waktu tidur maupun jaga, jin itu menampakkan diri dalam tidur orang itu berupa binatang yang mengancamnya atau memanggil-manggilnya juga kadang-kadang seperti suara manusia yang dikenal orang itu atau dengan suara-suara aneh.
- Sihir Penyakit
Sihir penyakit ialah sihir yang digunakan untuk membuat orang sakit.
- Sihir Pendarahan
Oleh penyihir jin ditugasi untuk mengeluarkan darah, dengan cara masuk ke dalam jasad (biasanya wanita) dengan cara masuk ke dalam jasad wanita itu dan berjalan diurat bersama darah.
- Sihir Menghalangi Pernikahan
Tukang sihir meminta nama gadis yang akan menikah, nama ibunya, dan salah satu benda bekas pakainya. Lalu penyihir menugasi jin meneempel gadis tersebut dan masuk pada gadis itu ketika gadis tersebut dalam satu dari empat keadaan yang memungkinkan, yaitu keadaan sangat takut, sangat marah, sangat lalai, gejolak nafsu syahwat.
Ilmu Kebal 6)
Ilmu kebal adalah sejenis pengetahuan yang berkembang di masyarakat,yang dikenal sebagai ilmu tentang cara menjaga diri tanpa bantuan alat fisik agar tidak mempan senjata tajam atu benda lain yang dapat melukai diri.
Ilmu kebal membahas agar mendapat keselamatan dari gangguan yang akan mencelakai diri. Bentuk keselamatan ilmu kebal ada dua :
- Terhindar dari perlakuan untuk melukai
- Tidak ada luka pada saat orang melukai
Ilmu kebal dapat dibedakan dari beberapa segi :
- Dari segi cara mendapatkan ilmu kebal dan tujuannya
- Dari segi tingkat kekebalan
- Ilmu agar tidak terluka segalanya, dan dapat melukai orang yang memiliki ilmu kebal
- Dari segi tingkat ketahanan terhadap senjata
- Dari segi durasi penguasaan ilmu
Ilmu kebal diperoleh melalui cara supra-natural atau supra-rasional. Yg diperoleh secara mistik. Kalangan pemilik ilmu meyakini bahwa ilmu hanya diperoleh melalui dua cara, yaitu melalui bawaan dan hasil belajar. Menurut pemilik ilmu kebal, ilmu nya diperoleh dengan cara berguru melalui latihan, dan ukuran keberhasilannya ialah bila dirasakan dan dialami sendiri.
Bentuk latihan dalam mempelajari ilmu ini dengan cara. Pertama, melalui penyucian bathin dan penyucian diri, kedua, melalui latihan berkonsentrasi batin dan fisik serta penguasaan jampi atau amalan tertentu. Kegunaan ilmu kebal ialah untuk menjaga diri dari kecelakaan yang diakibatkan oleh kejahatan orang lain dan dapat pula digunakan untuk menolong rang lain dan dapat pula digunakan untuk menolong orang lain dari kejahatan orang terhadapnya. Jika tujuannya baik maka ia disebut ilmu putih, bila tujuannya tidak mengindahkan moral, maka disebut ilmu hitam.
Santet 7)
Istilah santet ialah sebutan yang digunakan di Jawa timur, dan Bali disebut leak, di NTB dan NTT disebut leo-leo, tenung di Jawa Tengah, teluh di Jawa Barat, di Tapanuhi disebut begu ganyang, di Madura se’er.
Dari sekian banyak definisi santet, dapat disimpulkan bahwa santet adalah suatu pengetahuan tentang makhkuk gaib yang diperintahkan untuk mempengaruhi korban dengan menggunakan simbol-simbol dan upacara ritual. Cara mempelajari santet berbeda dengan mempelajari filsafat atau sain, karena santet itu bersifat irrasional. Kemudian cara memperoleh pengetahuan santet tidak mirip dengan cara memperoleh pengetahuan filsafat atau sain. Tidak setiap orang dapat memperoleh pengetahuan santet dengan mudah. Cara memperoleh ilmunya sangat berat, diantaranya :
- Puasa hingga 1000 hari;
- Tirakat pada malam hari di tempat sepi untuk dapat bisikan gaib;
- Ziarah sambil tirakat di kuburan-kuburan tertentu;
- Belajar dari guru santet;
- Ulet, sabar, tekun.
Cara memperoleh yang berat inilah, antara lain menyebabkan hanya segelintir orang saja yang memiliki ilmu.
Dari sekian banyak syarat di atas, bila dipenuhi makan diperlukan alat-alat menyantet seperti : tongkat, cendana, kayu, kaboa, gigir harimau, taring babi, pakaian hitam,gelang dari benang, boneka dari kain putih, jarum, silet, air, buah bergetah, dan mantra-mantra.
Kegunaan santet ada dua. Pertama, menyakiti, kedua membunuh.
Pelet 8)
Ontologi
Secara etimologis pelet mengandung arti memikat, mengambil, pesona, bujukan. Secara terminologis pelet ialah usaha sadar membujuk, menarik rasa cinta seseorang dengan cara tertentu. Dapat disimpulkan bahwa pelet merupakan tindakan yang disengaja untuk menarik, mengalihkan rasa cinta seseorang kepada pemelt tanpa disadari sepenuhnya oleh orang yang dipelet.
Menurut pengalaman penulis makalah, orang yang terkena pelet dapat diketahui dari sikapnya yang mula-mula diam menyendiri dan yang ia ingat hanyalah orang yang memelet. Bila diarahkan ia membantah, kondisi tunbuhnya merosot, kurang bergairah tetapi gairah hidupnya muncul bila bertemu dengan pemelet.
Epistemologi dan Aksiologi
Untuk memperoleh ilmu pelet yg pertama, orang dapat berguru kepada “kiyai”, ustadz atau orang-orang tertentu yang memiliki ilmu tersebut. Pelet jenis kedua biasanya diperoleh dari dukun yang banyak berpraktek di bidang itu.
Menurut Umar Hasyim pelet tidak diperbolehkan dalam islam. Ketegasannya pada hadis (artinya) :
Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi SAW bersabda : Sesungguhnya mantra, azimat dan tiwalah (pelet) termasuk perbuatan syirik. (HR Ahmad)
Debus 9)
Perkataan debus merupakan istilah yang digunakan di Pulau Jawa, khususnya di Banten ketika mempertunjukkan kebolehannya yang luar biasa. Kata debus dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia mengandung arti tiruanbunyi seperti hembusan angin, sedangkan di dalam Kamus Indonesia-Inggris disebutkan bahwa debus bermakna ritual display of invulnerability in west Java.
Ontologi
Debus sama dengan ilmu kebal, tetapi debus sesuatu yang luar biasa, seperti :
- Memakan kaca dan tidak luka
- Kulit tahan disiram air keras
- Tahan ditusuk dengan jarum
- Ditusuk atau digorok tidak luka
- Orang diikat dimasukkan peti, setelah dibuka ikatan nya lepas, bahkan ia keluar sambil merokok
- Api tidak panas baginya.
Sebenarnya, orang Banten atau bukan, mampu berbuat seperti itu. Contohnya seperti tahan air keras (kulit tidak mengelupas), cukup dengan melakukan wirid dan puasa. Banyaknya wirid dan lamanya berpuasa juga ditentukan oleh tingkat kemampuan yang hendak dicapai.
Epistemologi
Ada dua hal yang harus dipenuhi oleh seorang yang memperoleh kemampuan debus, yaitu :
- Harus suci badan dari hadas baik besar maupun kecil dan harus suci dari dosa terutama dosa besar.
- Dituntut adanya kebulatan dan keyakinan dalam diri.
Aksiologi
Pada mulanya debus digunanakan di Kerajaan Islam Banten dalam rangka menyebarkan Agama Islam. Menurut catatan sejarah, orang yang hendak nonton debus cukup mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai ganti karcis masuk. Kemudian dalam setiap wirid besar deus selalui didahului dengan syahadat
Tentang Jin 10)
Jin adalah nama jenis, bentuk tunggalnya jinniy untuk laki-laki dan jinniyah untuk perempuan, yang mempunyai pengertian “yang tertutup” atau “yang tersembunyi”. Bahan jin adalah api, populasi jin lebih banyak daripada manusia. Mereka tinggal hampir di semua tempat muka bumi, mereka terdiri dari ras yang berbeda-beda. Kehidupannya sama dengan manusia, ada kerajaan, negara, bangsa, penguasa, rakyat jelata. Agama yang dianut juga bermacam-macam.
Nyambat 11)
Ontologi
Nyambat, dalam bahasa Sunda, artinya kira-kira sama dengan memanggil, menghadirkan, mendatangkan. Secara istilah nyambat ialah memanggil atau menghadirkan roh melalui suatu ritual dengan mengucapkan bacaan-bacaan tertentu.
Epistemologi dan Aaksiologi
Beberapa jenis nyambat :
- Asrar
- Abdul Jabbar
- Pajajaran
- Kuda lumping
- Kasurupan
- Tenaga Gaib
- Pedukunan (al-hakin)
- Ramal
Ilmu Kanuragan 12)
Ilmu kanuragan adalah ilmu bela diri, yang dapat berbentuk kekuatan yang datang dari dalam dan dapat juga datang dari luar, keduanya merupakan hasil dari latihhan disik dari riyadhah.
Cara mempelajari seni bela diri tenaga dalan Al-Ma’unah yaitu, dasar, pembuka, pintu wali, payung wali, pancaran Ma’unah.
Secara umum, ilmu kanuragan dapat digunakan :
- Untuuk melumpuhkan ilmu hitam,
- Uintuk menyedot dan membalikkan ilmu lawan,
- Untuk menotok lawan dari jarak jauh,
- Untuk memukul lawan dari jarak jauh,
- Untuk memukul musuh dengan hawa panas.
0 komentar:
Posting Komentar