FILSAFAT PENGETAHUAN
PROF. DR. CECEP SUMARNA
- Filsafat Pengetahuan
Hanya jika kita sedang sendiri, segala hal akan nampak dan tersibak dengan jelas. Kita akan memeperoleh kedamaian sekaligus keramaian batin tak terhingga.
Dialoglah dengan batin sebelum hati membatu yang menyulitkan kita untuk bercengkerama dengan apa punterlebih dengan wujud absolut yang menjadi pemilik kita.
- Pendidikan dan logika berpikir
Pendidikan Indonesia, berada dalam kebingungan akut. Pakar pendidikan banyak yang berpendapat bahwa, kegagalan dimaksud terjadi karena rendahnya kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan. Salat satu faktornya adalah karena kecilnya tingkat kesejahteraan dan ambigunya mekanisme karier mereka dalam mengemban amanahnya sebagai tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
Penting segera melakukan pembenahan pembelajaran mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Pembelajaran yang mengaransemen semangat individu peserta didik dalam menyelesaikan masalah. Salah satunya diwujudkan dalam bentuk melatih mereka untuk menyelesaikan persoalan yang sebelumnya dianggap tidak mungkin menjadi mungkin. Polanya adalah mengubah cara berfikir agar bisa lebih kritis dan terurai, tentu sesuai dengan jenjang pendiidkan yang ditempuh masing-masing. Salah satu bidang yang dapat mendongkrak cara berfikir dan kreativitas seperti itu, adalah penguasaan bidang tertentu yang dalam kajian Filsafat Pengetahuan.
- Mengapa Filsafat Pengetahuan?
Filsafat di satu sisi dapat menjadi pembuka lahirnya ilmu, di sisi lain, ia dapat berfungsi sebagai cara kerja akhir ilmuan. “Sombongnya”, filsafat sering disebut induk ilmu dan sekaligus menjadi pamungkas keilmuan yang dalam beberapa hal tidak dapat diselesaikan ilmu.
Filsafat pengetahuan dapat merangsang lahirnya sejumlah keinginan dari temuan filosofis melalui berbagai observasi dan eksperimen yang melahirkan berbagai pencabangan ilmu. Realitas menunjukkan bahwa hampir tidak ada atu cabang ilmu yang lepas dari filsafat atau serendahnya tidak terkait dengan persoalan filsafat. Bahkan untuk kepentingan perkembangan ilmu itu sendiri, lahir satu disiplin filsafat yang khusus mengkaji ilmu pengetahuan.
- Mengapa Ditulis dalam Bentuk Novelat
Agar terjadi proses dialogis,karena sajian terujar dalam kalimat-kalimat yang dialogis juga. Plato yang menyatakan bahwa sebuah tulisan yang baik, adalah ketika tlisan tersebut bersifat dialogis. Jika sebuah tulisan tidak bersifat dialogis, maka, suatu ilmu akan terikat pada ikatan-ikatan tertentu, yang membekukan substansi berpikir yang terdapat dalam tulisan tersebut.
II Gerak Dinamik Dari Mitos ke Logos
Angka satu hanya boleh didapatkan, jika mampu dirangkai menjadi angka dua, tiga dan atau seterusnya. Menjadi sia-sia angka dimaksud, ketika ia malah menjadi angka nol atau bahkan minus. Inilah proses dinamis hidup manusia di bumi.
- Evolusi Ilmiah
Kisah sebuah keluarga unik yang tinggal di pedalaman. Suatu lokus di mana peradaban dunia belum tersentuh dan menyentuh dirinya. Ia ajek dalam posisinya sebagai wilayah higienis dalam konteks peradaban dunia. Ia selalu berdiri dalam lakon khusus sebagai daerah peradaban dalam persentuhan budaya luar.
Di lokus pedalaman itu, keluarga ini selalu menunjukkan jati diri dan eksistensinya dalam posisi yang sulit diemengerti banyak pihak. Keluarga ini ingin menjadi lakon khusus yang terkisahkan dalam dunia tentang perjalanan heroisme yang penuh liku di tengah segenap gelombang kehidupan yang kompleks.
Keluarga ini memiliki noktah khusus sebagai pewaris pemikiran aneh menurut ukuran waktu, tempat, dan zaman yang mengitarinya. Ia menetapkan diri dalam kebergantungannya secara total kepada Tuhan yang mereka anut.
- Evolusi Mistik
Di kalangan kaum akademik dan ilmuwan temporer misalnya, mistik sering menjadi bahan kajian baik dalam forum-forum ilmiah yang cukup disegani maupun dalam simposium-simposium sederhana, khususnya ketika harus merelevansikan mistik dengan agama. Meskipun mereka tidak terlalu yakin akan mistik, mereka umumnya melihat dan memahami bahwa mistik hidup di tengah masyarakat, meski kajian teoretiknya sangat sulit dilakukan. Karena itu, kajian teoritik atas apa yang disebut mistik, selalu menjadi bahan empuk kaum intelektual untuk dikaji lebih jauh dari waktu ke waktu.
Berbeda dengan kaum akademik dan ilmuwan, di kalangan masyarakat awam, mistik, meski mungkin tidak pernah dikaji secara ilmiah-sebagaimana dilakukan kaum akademik dan ilmuwan pada umumnya-karenanya tidak dapat dipahami secara ilmiah, ternyata telah menjadi bagian dari perilaku hidup sehari-hari mereka. Apa yang berbau mistik cenderung menjadi kegiatan rutin yang sulit dihindari.
- Menelusuri Evolusi Mistik Yunani Kuno
Mitologi Yunani yang terkenal sampai saat ini, misalnya terkait dengan peran Dewa Titan yang menjadi awal atas dewa-dewa lain, sebelum dewa Olympus hadir yang menjadi penguasa bumi. Yunani Kuno, dahulu ada seorang tukang dongeng namanya Hesiodus, -perangkai mitologi Yunani- yang kemudian dia susun dalam karya Theogonyi-nya. Dalam karyanya itu, ia menyebut Titan sebagai Dewa yang hadir saat bumi mengalami Chaos (Xaoc/Yunani) yang jika diterjemahkan dalam bahasa saat ini, berarti kacau-balau.
Menurut Wikipedia: The Free encyclopedia yang diedit terakhir pada tanggal 25 April 2016, pukul 11:19. Eros (Cinta), the Abyss (neraka), dan Erebus yang menjadi dewa pertama muncul saat kekacauan alam semesta terjadi. Gaia muncul dan berhubungan intim dengan Oranus (dewa langit) yang menghasilkan 12 titan (penguasa bumi sebelum para dewa Olympus). Kedua belas anaknya terdiri dari enam titan pria, yaitu : Coeus, Crius, Cronos. Hyperion, Lapetus, dan Oceanus dan enam titan wanita, yaitu : Mnemosyne, Phoebe, Rhea, Theia, Themis dan Tethys. Cronos dikenal sebagai titan tercerdik dan paling nakal dibandingkan dikenal 11 Titan lainnya.
Zeus adalah Dewa dan Pemimpin Olympus. Ia Dewa hujan sekaligus dewa langit. Ia memiliki tongkat petir dahsyat yang membuat dewa lain dan manusia pada umumnya takut kepada dirinya. Zues menikahi adik perempuannya bernama Hera yang dikenal sebagai Dewi nikah. Ketika Zeus berkuasa, ia membagi dunia pada tiga wilayah, yakni : lautan yang dikuasai Poseidon. Poseidon adalah dewa lautan yang menguasai dua per tiga dari bagian bumi. Hades adalah dewa kematian atau dewa neraka dalam mitologi Yunani. Ia dikenal dengan nam Pluto (Plouton) yang berkarakter seperti anjing berkepala tiga bernama Cerberus. Hestia adalah dewi yang tidak memainkan peran apa pun dalam mitologi. Ia lebih dikenal sebagai dewi pelindung rumah, pelindung keluarga, dan dewi perapian. Hera adalah dewi pernikahan karena sifatnya yang sangat mengerti kepedihan akibat ketidaksetiaan.
Keturunan Hera dengan Zeus, antara lain, Ares (dewa perang), Hebe (dewi kaum muda), Eris (dewi perselisihan), dan Eileithyia (dewi kelahiran). Ares adalah dewa perang. Ia tidak disukai oleh kedua orang tuanya, yaitu Zeus dan Hera karena dianggap selalu haus darah dan merupakan pembunuh berdarah dingin. Athena yang dialih-aksarakan sebagai Athene, adalah seorang Dewi Yunani yang melambangkan kebijaksanaan, ilmu pengetahuan dan strategi perang. Apollo adalah putra hasil dari hubungan Zeus dan Leto. Dia adalah saudara kembar dari Artemis. Apollo adalah dewa musik yang digambarkan selalu memainkan kecapi emas dan merupakan seorang dewa pemanah yang sering memanah dengan busur peraknnya. Aphrodite adalah dewi cinta, keindahan dan keinginan. Konon dia memiliki sabuk ajaib yang bisa membuat siapa saja yang diinginkannya menjadi menginginkan dia. Hermes adalah putra hasil dari hubungan Zeus dan Maia. Hermes merupakan dewa utusan Zeus. Hermes merupakan dewa yang paling cepat diantara dewa lainnya. Dia digambarkan selalu memakai sendal bersayap, topi bersayap, dengan tongkat ajaibnya, ia pergi kemana pun ia suka. Artemis adalah Dewi berburu yang sama liarnya dengan alam itu sendiri. Dia merupakan dewi suci bagi pemburu dan pelindng kaum muda yang dengan tenang mengatur tempat-tempat bumi yang liar.
Mitologi ini, adalah bagian kecil dari sejumlah mitos yang tumbuh dan berkembag di Yunani kuno yang mengisahkan tentang asal usul kerajaan bumi dicipta. Coba baca tulisan K. Bertens, yang menyebut mite telah memberi pengaruh besar dan kuat atas lahirnya sejumlah filsuf dan karya filosofis di Yunani Kuno.
III
Evolusi Ilmu
Kita tak mungkin mampu meramal masa depan. Masa depan adalah hak Tuhan. Perspektif masa depan selalu bersifat gaib yang wajib hukumnya untuk diimani dengan cara akurat dalam bentuk menanam kebaikan di setiap tarikan napas kehidupan. Tanaman itu harus terus kita semai tanpa henti meski buahnya tidak mampu lagi kita nikmati.
- Evolusi Ilmiah
Keluarga adalah bagian penting untuk membangun dinamika umat. Hanya melalui keluargalah segala hal tercipta. Tidak mungkin satu keluiarga menumbuhkan keluarga nubuwah, jika spektrum kehidupan keluarga itu, tidak mampu disemai dengan bentuknya yang kokoh dalam menanam nilai-nilai kebaikan.
Observasi yang dilakukan filsuf Yunani ini, telah menghasilkan sistem pengetahuan baru dalam bidang tertentu ke dalam suatu sistem yang menuntut penggunaan metode ketika merangkai gejala alam. Perubahan alam, tidak diterima begitu saja. Alam dan berbagai fenomena yang terjadi di dalamnya, di observasi kedalam betuk baru. Kajian ini, secara langsung akan merelevansikan dinamika ilmu dengan cara sesudah atau sebelumnya. Akhirnya, mite berubah menjadi ilmu.
Yunani memiliki dua generasi besar, yakni Pra Socrates (era transisional) dan fasse Socrates itu sendiri (kemapanan ilmiah). Di kedua fase ini memiliki corak yang berbeda satu sama lain. Misalnya, era pra-Socrates unsur-unsur mite masih sangat memengaruhi sekalupun upaya observasional sudah mulai dilakukan, sedangkan di era Socrates, aspek observasi ini telah menjadi sesuatu yang kuat dan mapan sehingga mitologi hilang.
- Ilmu dan Moral Praktis
Tradisi ilmiah tokoh-tokoh kunci Yunani sekelas Thales dan kawan-kawannya, ternyata diteruskan filsuf brilian seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles. Melalui tiga serangkai itulah, negeri penuh mitos yang sudah mulai adaptif dengan dunia ilmu ini, tumbuh menjadi pusat perkembangan ilmu pada kelas dunia yang lebih praksis di zamannya.
Keteguhan tiga filsuf yang meneruskan tradisi ilmiah, telah menyebabkan Yunani berdiri kokoh menjadi pusat perkembangan ilmu dan peradaban dunia. Yunani, memiliki peran penting pada akhirnya dalam mengubah paradigma berpikir manusia dari sesuatu yang sebelumnya berbau mistik, ke dunia baru yang lebih ilmiah dengan ciri empiris dan logis dengan tataran lebih praktis. Sebuah rumusan sekaligus konsep yang mampu mengubah peta mitologi yang penuh khayal dan imajinatik, ke dunia logis, faktual, rasional, konkret, dan dalam kasus tertentu mulai terukur.
- Peran Sastra dalam Mentransformasi Ilmu
Secara geografis, Yunani berdekatan dengan daerah Timur Kuno (Cina) dan Babylonia (Mesir). Di dua daerah ini, ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berkembang, meski perkembangan ilmu nya itu sendiri masih terbatas di wilayah di mana pusat dua perkembangan peradaban daerah itu ada. Persentuhan dua budaya ini, telah memengaruhi mythe Yunani Kuno menjadi lebih praksis sebagai sebuah ilmu. Melalui tiga filsuf, dengan demikian terjadi pergeseran-pergeseran pemikiran. Ilmu tidak lagi hanya milik sebuah komunitas, tetapi ia dapat diakses dan dikembangkan, siapa pun yang menghendakinya.
Dalam konteks tertentu, Yunani Kuno mampu melakukan sistematisasi dan sekaligus generalisasi-landasan bagi lahirnya teori/ilmu pengetahuan yang sebelumnya penuh mistik. Dalam kasus tertentu, apa yang disebut dengan kebangkitan sains Barat-Eropa modern, adalah hasil dari semangat baru ala Yunani Kuno, khususnya ketika meneliti sesuatu melalui proses investigasi atas sejumlah metode baru, yakni metode eksperimen, penyelidikan, pengukuran, dan pembangunan matematikal yang secara embrional sesungguhnya telah ada sejak di Yunani Kuno.
IV
Masa Kegelapan Baru
Tak ada yang abadi dan tak ada yang pasti
Semua berkubang di antara relativitas semu atau relativitas pasti. Bumi tak pernah dimiliki siapa pun kecuali oleh mereka yang mencintai dirinya secara esensial dan substansial.
- Ilmu di Era Kristen Awal
Dalam buku Nurcholish Madjid (1991) yang memuat salah satunya suatu ungkapan misterius yang menyatakan bahwa tradisi awal Kristen sangat jauh berbeda dengan tradisi masyarakat Muslim dalam konteks penguasaan ilmu pengetahuan. Selain itu, Islam menjadi sebuah sistem ajaran, karena Nabi nya lahir terakhir, yakni sekitar abad ke-7 masehi, Kristenlah yang pertama kali masuk dalam kubangan dunia, termasuk mungkin dalam kubangan ilmu pengetahuan.
Ada ungkapan yang menyatakan bahwa pengaruh tradisi empirik-rasional Plato-Aristoteles dan diawali guru-gurunya di Yunani Kuno, telah mengubah dunia mistik menjadi ilmu, namun ternyata proses ini tidak bertahan lama. Penalaran mistik kembali mengalahkan penalaran ilmiah yang telah susah payah dikerjakan para filsuf besar Yunani. Era awal kristen, para filsuf selalu merasa berat menghadapi gerakan kaum gereja, meski bukan berarti filsuf sama sekali hilang di peredaran dunia, termasuk di kalangan Gereja sendiri. Harus diakui jika Kristen di periode awal itu sangat elitis dan ideologis, sehingga tidak ada ruang kritis yang bersifat dialogis.
- Sepercik Kesadaran
Thomas de Aquino hidup di kisaran tahun 1225-1274. Ia Doktor Gereja Italia. Ia birawan sekaligus imam Katolik Roma. Ia seorang filsuf berpengaruh, teolog dan ahli hukum dalam tradisi skolastik yag disegani sekalipun tidak sedikit yang menentangnya, khususnya di bidang etika, hukum alam, metafisika, dan teori politik yang dianggap tidak seperti banyak arus di Gereja saat itu. Thomas mengikuti pemikiran Aristoteles yang disebutnya sebagai filsuf masyhur yang wajib dihormati dan diikuti. Untuk itu, ia berusaha meyatukan filsafat Aristoteles dengan prinsip-prinsip Kristen.
Berbeda dengan Aristoteles, Thomas memiliki kepercayaan pada Tuhan. Dalam banyak kesempatan Thomas bahkan percaya bahwa untuk kepentingan pengetahuan dan kebenaran, manusia membutuhkan bantuan ilahi dalam bentuk wahyu yang wujudnya dapat dilihat dalam bentuk kitab suci. Thomas percaya bahwa manusia memiliki kemampuan alami untuk mengetahui banyak hal tanpa bantuan Tuhan dalam bentuk wahyu sekalipun. Hanya saja, wahyu dengan sendirinya pasti akan hadir dari waktu ke waktu dengan fungsi utama menuntun kebenaran.
V
Cahaya Baru di Mediternia
Kegelapan kadang dibutuhkan agar kita yakin bahwa hidup tidak selamanya terang. Yang tidak pernah hidup dalam kegelapan, ia tidak akan pernah merasakan nikmatnya hidup dalam dunia terang. Selain itu, terang ternyata selalu hadir setelah dunia gelap datang menyerap manusia.
- Mediterania
Mengapa seluruh dunia termasuk tentu masyarakat dan pemerintah Indonesia, begitu kuat memperhatikan dan mendinamisasi perkembangan ISIS di Iran, Irak dan Suriah, serta dampaknya tentu saja terhadap dunia Islam, termasuk Indonesia. Mediterania adalah suatu wilayah di kawasan Laut Tengah. Wilayah ini beriklim subtropis. Posisinya berada di pegunungan Muda Sirkum Pasifik, dihuni masyarakat Afrika Utara dan Timur Tengah. Wilayah ini berbatasan dengan sebuah laut yang oleh para ahli diberi nama Mediterania. Mediterania berarti negeri daratan tengah yang berada di antara laut yang posisinya menghubungkan antar benua di dunia. Posisinya terletak di antara Eropa sebelah Utara, Afrika di sebelah Selatan dan Asia di sebelah Timur. Luas wilayah dimaksud menjapai 2,5 juta kilo meter per segi. Lautan ini, di masa lalu menjadi jalur lalu lintas tersibuk, karena semua jalur perdagangan melintas wilayah ini.
Mediterania memiliki arti sebagai wilayah yang menjadi pusaran bisnis di dunia. Yang dianugerahi Allah dengan limpahan Sumber Daya Alam yang demikian melimpah, meski di tengah segenap keadaan lingkungan yang secara umum tandus. Negeri-negeri di sini selalu memiliki sumber energi yang lebih dibandingkan dengan negeri mana pun di duia.
- Karakter Dasar Mediterania
Mediterania dihuni mayoritas masyarakat Muslim dengan sejumlah agama yang kompleks tentu saja di dalamnya. Islam dalam keyakinannya, turun dalam perspektifnya yang ilmiah. Ia turun dengan perintah pertama membaca dan secara substansial menyuruh juga untuk menulis. Melalui lima ayat pertama dalam surah Al-Alaq, Islam telah mengasumsikan pentingnya melakukan observasi terhadap alam yang demikian luas dalam ayat dimaksud deksripsi dengan membaca dan menulis melalui pena.
Al-Maraghi, masih dalam penuturan Kiai dimaksud, menyatakan bahwa pena harus dijadikan sebagai sarana berkomuikasi antar sesama manusia. Dalam bahasa modern disebut dengan istilah menulis. Jadi kegiatan membaca dan menulis, selalu harus berjalan bersama. Dan itulah tradisi masyarakat muslim.
- Watak Ilmiah Mediterania
Budaya mengkafirkan umat Islam sampai kehilangan kendalinya untuk menahan diri agar perbedaan pandangan tidak membuatnya menjadi saling menyalahkan apalagi saling mengkafirkan. Keberhasilan kaum rasional Muktazilah dalam membangun peradaban masyarakat muslim dalam puncak peradaban yang luar biasa tidak hanya dalam konteks dunia islam, tetapi bahkan dalam perkembangan dunia pada umumnya. Kaum Muktazilah justru harus dihidupkan meski tidak dalam konteks penunggalan ideologi seperti diperankan dinasti Bani Abbas di Baghdad.
Karya-karya besar filsafat dan sains Yunani, sebeum masuk ke dunia Islam, dianggap Maskub, justru tertransmisi ke dunia Islam melalui pemikiran Plotinus dan Agustine. Kedua tokoh ini, disebut sebagai Kristenisme. Pikiran ini telah menyebabkan salah satunya banyaknya tafsiran Quran yang Israiliyat. Perlawanan Maskub ini, terus diucapkan di berbagai tempat dan berbagai keadaan.
Tradisi ilmiah masyarakat muslim, sebenarnya telah berlangsung sejak abad ketujuh, himah-hikmah yang hampir hilang yang pernah dibangun masyarakat Yunani Kuno, dan dianggap sekuler dan paganistik, khususnya pada paradigma Aristotalian, diselamatkan kembali oleh suatu komunitas Muslim di Timur Tengah.
- Pemikir Brilian Muslim Mediterania
Ibnu Haitham (965-1039 M) seorang fisikawan Muslim Awal dan sering dikenangsebagai fisikawan terbesar sepanjang masa, adalah contoh lain di antara berbagai contoh konkret dari keberhasilan duni Islam dalam melahirkan dan mengembangkan filsafat menjadi ilmu praktis dan praksis. Ibnu Haitham juga orang pertama yang mengumumkan hukum interia (kelembaman).
Masyarakat Yunani Kuno yang diklaim banyak pihak terlalu berbasis sekularistik dalam filsafat Aristoteles, ilmu dalam dunia Islam, disemangati nilai-nilai Agama. Hadirnya sejumah filsuf tadi, telah mengakibatkan lahirnya sejumlah pemikiran yang sangat luar biasa, bukan saja untuk dunia Islam, tetapi juga untuk dunia pada umumnya. Sejumlah filsuf itu, diakui telah menjadi pewaris ideal bagi perkembangan filsafat Yunani dan pengembangan ilmu pengetahuan sampai sekarang ini.
Islam bahkan telah dikesankan menjadi penyelamat dan sekaligus pengembang filsafat dan ilmu Yunani. Fakta menunjukkan bahwa Islam tidak pernah mengalami insiden seperti dialami Hypatia (abad kedua dan ketiga masehi) dan Galileo Galilei (di abad akhir pertengahan).
- Produk Metodologi Musim Mediterania
Jika Yunani Kuno menggunakan sumber ilmu hanya terbatas pada kemampuan indriawi dan nalar manusia, sebagaimana dapat dipahami dan pikiran Socrates-Plato versus Aristoteles dan Aristiphos, maka, para fiqih muslim menempatkan sumber pengetahuan yang dianggapnya original yakni Al-Quran dan Hadis Nabi. Meski dalam memahami kedua sumber dimaksud, para fiqih Muslim tetap saja, menggunakan nalar rasio dan emmpirisme.
Secara metodis, dalam tradisi Isslam dikenal misalnya konsesus (ilmu) dan analogi (qiyas). Ijma dan qiyas dalam literatur filsafat pengetahuan dikenal dengan nama konsensus dan analogi yang berarti memiliki nalar matematika sekaligus nalar statistik. Jadi, sekalipun berlandas pada kekuatan kitab suci, tetap saja dimensi nalar matematik dan statistik diperlukan dan bahkan digunakan dalam memahami teks suci dimaksud.
Dari berbagai nalar dapat menyimpulkan bahwa pengetahuan dalam visi keislaman, diakui keharusannya oleh tokoh sekelas Syed HuseinNasr (1992). Tujuannya agar basis keilmuan masyarakat modern tidak tercabut pada prinsip-prinsip yang sama sekali meninggalkan aspek transendentalnya.
- Pudarnya Tradisi Ilmiah Muslim Mediterania
Kemunduran islam karena komunitas meninggalkan tradisi Muslim yang intelek. Setelah umat islam berhasil menjalankan peranan yang cukup penting dalam filsafat dan ilmu pengetahuan, akhirnya ia pun meninggalkan tradisi leluhurnya yang agung. Tradisi agung masyarakat Muslim, salah satunya adalah kiesanggupannya dalam mengakses dan mengadaptasi filsafat dan tentu ilmu pengetahuan di dalamnya.
Seiring dengan menurunnya minat masyarakat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan bahkan melakukan penolakan terhadap filsafat, dunia Barat mengambil manfaat dari kekalahannya pada Perang Salib untuk mengambil ilmu dan peradaban yang dibangun masyarakat Muslim.
VI
Barat Modern dan Tradisi Teknikisme
Jika surga dibangun atas dasar keleluasaan, maka neraka dibangun atas dasar kesempitan
Kita semua takut masuk neraka,tetapi sering tidak sadar selalu membangun sesuatu dalam kesempitan.
- Masuknya Tradisi Ilmu ke Dunia Barat
Ibnu Rusyd telah mewariskan sesuatu yang bersifat kualitatif dalam bidang pengetahuan dan teknologi. Dalam karya Masyhur, The Outline of History (1951). Masuknya filsafat Ibnu Rusyd yang Aristotalian ke dunia Barat, telah menginspirasi lahirnya Renaissance (abad ke-16), gerakan Aufklarung dan Revolusi Industri (abad ke-18). Melalui dua gerakan, filsafat masuk ke masa revolusioner dengan tahapan baru yang sangat modern meski terkesan vulgar-positivistik dan cenderung ateistik.
Arti dari kaimat vulgar-positivistik dan cenderung ateistik adalah kecenderungan orang yang selalu ingin empiris, rasional dan harus selalu terukur dalam bahasaku disebut dengan posisitivistik, akan mendorong setiap manusia untuk lupa akan eksistensi yang beyond (di luar diri kita yang empiris), yakni tuhan yang eksitensinya tidak empiris, tidak rasional dan tidak terukur.
- Ilmu dan Paradigma Barat
Tanda-tanda kebangkitan Eropa dan Barat ini, terlihat dari munculnya Nicholas Copernicus (1473-1543 M), yang melahirkan ilmu astronomi dengan menyelidiki putaran benda-benda angkasa yang sebelumnya telah dikerjakan secara ilmiah oleh masyarakat Muslim. Pemikiran Copernicus, seterusnya dikembangkan Galileo Halilei (1564-1642 M) dan Jhohanes Kepler (1571-1630 M) yang telah merlahirkan revolusi tidak saja dalam persoalan hubungan agama (Kristen) dengan ilmu pengetahuan, tetapi dalam kehidupanmasyarakat yang berimplikasi sangat jauh dan mendalam karena sudah memasuki fase dan tahap sains serta teknologi yang lebih praktis.
Ada tokoh lain, seperti Versalinus (1514-1564 M) yang melahirkan pembaruan persepsi dalam bidang anatomi dan biologi. Isaac Newton (1642-1727 M) telah mengembangkan bentuk definitif bagi mekanika. Descartes dan Immanuel Kant telah pila menyumbangkan pemikiran praktis yang memberi implikasi luas dan mendalam terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan filsafat modern. Manusia mengarahkan hidupnya ke dunia sekuler, yaitu suatu kehidupan pembebasan dari kedudukannya yang semula subkoloni agama dan gereja kepada kehidupan yang sama sekali lepas dari nilai-nilai agama (Emes Gelner, 1992).
Ada dua faktor yang menyebabkan mengapa Barat dan Eropa pada akhirnya mengenal peradaban, kedua faktor itu adalah :
Pertama, masuknya filsafat Ibnu Rusyd yang Aristotalian dengan sendirinya membawa serta pemikiran filsuf lain di generasi sebelum Ibnu Rusyd. Filsafat ini berkembang di Cordova, Spanyol saat umat Islam masih menguasai negeri ini sebagaimana telah dijelaskan.
Kedua, ketika terjadi perang salib selama kurang lebih tiga abad di Timur Tengah, umat Islam tidak kalah oleh masyarakat Kristen. Dari tiga belas kali perang, umat Islam hanya kalah tiga kali, itupun tidak fatal. Meskipun, demikian dari perang salib itulah, mereka yang non-Muslim belajar secara langsung tentang peradaban masyarakat Muslim. Saat sebelum perang salib berlangsung, di Eropa Barat, peradaban mereka demikian tertinggal. Jangankan tentang jalan yang lurus dan berasspal, sekedar cuci habis berak pun mereka belum terbiasa memakai WC. Dari sinilah merek belajar. Mereka mencintai ilmu dan kemudian mengembangkannya di negeri mereka.
Dunia ini selalu mecari titik keseimbangan. Jika ada gerakan yang demikian masif untuk membuat sekularisme, maka, pasti akan ada gerakan yang juga bersifat masif untuk melahirkan gerakan sealiknya. Karena menjadi dapat dipahami, jika, banyak di antara massyarakat Kristiani yang hendak menunjukkan wataknya sebagai pengikut ajaran agama Kristen yang taat.
- Capaian Barat Dalam Dunia Ilmu
Pikiran Einstein melalui teori quantum-nya. Jika teori Newton membuat Barat memiliki ilmu praksis, dan Einstein berhasil melakukan lompatan atas dinamika dan perkembangan ilmu ke ranah yang lebih ramifikatif. Hal ini, salah satunya terlihat dari keberhasilan Einstein, yang mengubah persepsi dunia, ilmu dan sifat-sifat dasar dan perilaku materi sedemikian rupa, sehingga para pakar dapat melanjutkan penelitiannya ke ranah yang lebih praktis di satu sisi, tetapi lebih banyak pencabangan di sisi lainnya.
Melalui karya Einstein ini, manusia modern dapat mengembangkan ilmu dasar, seperti astronomi, fisika, kimia, biologi, dan molekuler yang pada tahap tertentu telah dibangun di Yunani dan Dunia Islam, menjadi ilmu pengetahuan yang demikian luas dan mendalam. Akibatnya, capaian ilmu dan teknologi yang demikian, tidak hanya mengglobalkan dunia, tetapi juga telah melahirkan revolusi besar dalam berbagai tatanan sistem kehidupan manusia dengan basis ilmu pengetahuan. Bagaimana manusia modern mampu menciptakan bioteknologi yang sekarang ini ada, seperti kemampuan membuat bayi tabung dan bahkan mencipatakan manusia jenis kloning yang kabar-kabar anginnya telah dilahirkan di Korea Selatan bernama Eva, tanpa pernah ada sekelompok manusia yang secara spekulatif filosofis, merumuskan gagasan kepakarannya dari zaman ke zaman.
Revolusi bioteknologi tidak hanya dapat diterapkan pada tumbuhan dan binatang, tetapi juga pada diri manusia sendiri. Meski soal kloning pada manusia ini masih kontroversial dilihat dari kepentingan manusia secara umum dan terlebih dampak yang mungkin timbul atasnya, namun, situasi ini telah memperlihatkan kemajuan yang luar biasa dari apa yang kita maksud dengan ilmu dan teknologi.
Berbeda dengan tradisi ilmuwan Muslim, dunia Barat membangun peradaban, salah satunya melalui karya filososif Ibnu Rusyd, ternyata dalam lapangan praktis selalu mengabadikan “keperkasaan” Yunani Kuno ke dalam hampir setiap wilayah kehidupan mereka dan ternyata cenderung tidak apresiatif terhadap masyarakat Muslim, kecuali dalam jumlah yang sedikit.
Jika penelusuran pengaruh Yunani terhadap dunia Barat Modern terus dikembangkan, maka, munculnya fasisme Eropa dan Barat pada umumnya, tergambar dengan jelas bahwa kasus Nazi di Jeeman atau penolakan masyarakat kulit putih terhadap masyarakat kulit hitam di Barat, seperti diakui Toynbee, Russel, dan Popper sebagai bukti riil pengaruh pemikiran Plato dan cita-cita pembentukan Negara Kota ideal yang dikuasai orang-orang yang secara subjektif juga ideal.
VII
Sejarah yang Hilang
Melihat atau memandang sesuatu dengan maksud
Mengawasi dan memahami, adalah jalan penting untuk memperoleh pengetahuan. Pengetahuan akan membentuk manusia menjadi yakin. Karena itu, tidak ada keimanan tanpa pengetahuan. Berimanlah dengan pengetahuan.
Tidak Perlu Disembunyikan
Sejak zaman Yunani Kuno sampai pada abad modern sekarang, selalu menjadi tema besar dalam berbagai event ilmiah. Manusia modern diharapkan dapat memberi inspirasi terhadap sejumlah komunitas yang telah erusaha menyelamatkan filsafat dan ilmu, sehingga kecongkakan dengan mengabaikan peran serta komunitas lain dalam melahirkan ilmu menjadi tidak mungkin dilakukan, termasuk terhadap dunia Islam.
Dunia Islam misalnya, meski hari ini jauh tertinggal dibandingkan dengan Dunia Barat yang Kristen, bahkan jauh lebih tertinggaldibandingkan dengan penganut agama lain yang ada di muka bumi ini; baik pada aspek ilmu politik, ekonomi, kebudayaan dan peradaban, sebenarnya memiliki pengaruh dan pengalaman yang kuat dalam melahirkan kembali ilmu pengetahuan dunia pascakevakuman dunia yang “dimatikan” sebagian kaum Gerejawan dan kaum mitologis di Yunani sendiri, di Barat dan di Eropa. Di era Islam ini, filsafat yang berkembang di Yunani, dalam beberapa hal bahkan telah “dibumikan” ke dalam teori-teori pengetahuan yang praksis dan mapan, selain tentu mengandung nilai spiritualnya yang tinggi.
0 komentar:
Posting Komentar